PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PBL) MENGGUNAKAN MEDIA BERBASIS KOMPUTER UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS PESERTA DIDIK

ANDIKA BUDHI SANJAYA

SMP HATI BBS, Kraksaan, Jawa Timur

Email : dhic.n4@gmail.com

ABSTRAK

Minat membaca secara umum siswa SMP HATI BBS masih rendah, ditandai dengan sepinya pengunjung perpustakaan serta siswa masih kurang mencintai buku terbukti masih ada beberapa buku paket yang sering ditinggal begitu saja di kelas. Akar penyebab masalah rendahnya literasi sains yaitu siswa kurang motivasi dalam membaca. Tujuan studi ini untuk mempresentasikan Best Practice Perangkat komputer untuk meningkatkan literasi sains. Studi deskriptif ini dengan sumber penulis sendiri sebagai penulis utama. Dalam studi ini kecenderungan kemampuan literasi sains peserta didik berhasil dilihat dari rata-rata nilai evaluasi yaitu 8,2 dengan KKM 7,5. Dapat disimpulkan perangkat komputer merupakan media yang menarik untuk digunakan sebagai media pembelajara. Implikasi penulisan praktik baik ini selaras dengan program kementerian pendidikan untuk menggunakan TIK dalam pembelajaran.

Kata Kunci : Literasi, Digital learning, Komputer, Teknologi

PENDAHULUAN

Minat membaca secara umum siswa SMP HATI BBS masih rendah, ditandai dengan sepinya pengunjung perpustakaan serta siswa masih kurang mencintaibuku terbukti masih ada beberapa buku paket yang sering ditinggal begitu saja di kelas, meskipun ada beberapa individu yang sudah memiliki minat literasi yang tinggi ditandai dengan banyak jumlah judul buku yang dibaca, dan buku yang sudah berhasil dicetak oleh beberapa siswa. Berdasarkan hasil wawancara kepada tim literasi yaitu Ustdzah Shofiyah, S.Pd, Alasan siswa masih rendah dalam minat literasinya adalah karena sebagian besar siswa SMP HATI BBS merupakan siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu, sehingga penanaman minat membaca sangat rendah.

Indriany, Leny (2021) menyatakan Dampak menurunnya minat baca siswa adalah menurunnya prestasi siswa yang berarti juga terjadi penurunan mutu pendidikan. Sari, Nila. (2017) menyatakan beberapa penyebab rendahnya minat baca siswa antara lain :

  • siswa merasa malas untuk membaca karena menurut mereka membaca dituntut untuk
  • Harga buku yang masih relatif mahal
  • Minimnya koleksi buku bacaan di perpustakaan sekolah
  • Kurang diajarkan budaya membaca dari orangtua

Berdasarkan hasil wawancara kepada kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo yaitu Bapak Dr. H Fathur Rozi, M.Fil menyatakan bahwa Rendahnya kemampuan intelegensi dan literasi siswa, selain dari intern siswa bisa disebabkan oleh gurunya. Karena guru adalah role model bagi muridnya. Mungkin gurunya kurang memberikan contoh untuk membaca.

Mengatasi situasi tersebut, Berdasarkan hasil wawancara kepada kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo, Guru belum menerapkan model pembelajaran yang berorientasi pada proses dan aktivitas belajar peserta didik misal model Problem Based Learning (PBL). Guru masih lebih sering menggunakan model atau strategi pembelajaran yang teacher center. Sehingga pengalaman belajar peserta didik terutama yang mengarah pada literasi sains sangat kurang. Berdasarkan Kajian literatur dari Fauziah, N., Yayuk Andayani, Aliefman Hakim (2019) didapatkan hasil Pembelajaran berbasis masalah akan mengembangkan kemampuan pemecahan masalah dan literasi sains serta sikap peduli terhadap lingkungan.

Media berbasis komputer menjadi penting dikembangkan untuk meningkatkan literasi sains siswa sekaligus untuk menjawab kebutuhan abad 21. Pembelajaran berbasis etnosains penting untuk membantu meningkatkan literasi sains sehingga pembelajaran berbasis etnosains dinilai cocok dan penting sebagai upaya meningkatkan literasi sains dalam mengembangkan Pendidikan IPA SMP abad 21 (Robbia, A.Z., dan Husnul Fuadi, 2020)

PEMBAHASAN

Berdasarkan latar belakang permasalahan Rendahnya literasi sains yang ada pada siswa kelas VIII pada materi Nutrisi yaitu Implementasi model pembelajaran PBL (Problem Based Learning dan penggunaan media berbasis komputer akan mengembangkan kemampuan pemecahan masalah dan literasi sains. Langkah saya sebagai guru untuk mengatasi latar belakang diatas adalah dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) berbantu media berbasis komputer. Kegatan pembelajaran dilakukan di kelas VIII SMP HATI BBS menggunakan media power point, artikel obesitas, perangkat komputer.leptop dengan aplikasi calculator.net, tdeecalculator.net (https://tdeecalculator.net/ ) dan tabel kalori makanan. Selain itu saya membuatkan LKPD dan bahan ajar yang akan digunakan pada masing-masing pertemuan. Harapannya, hal ini akan mempermudah peserta didik dalam belajar seusia dengan porsi pembelajran hari tersebut dan yang terakhir saya memberikan pengertian bahwa pembelajaran IPA tersebut bukan materi yang susah, bukan mapel yang harus ditakuti terutama pada materi hitungan. Saya membuka kelas di luar waktu KBM, yang bisa digunakan peserta didik untuk tanya jawab dengan saya baik secara individu maupun kelompok. Berikut langkah-langkah pembelajaran yang saya lakukan :

  • Orientasi masalah (Guru menunjukkan gambar seseorang yang mengalami obesitas. Dari gambar terbut peserta didik teermotivasi untuk merumuskan masalah : “Apa makanan yang sering makan bisa menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya obesitas ?”
  • Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar (guru membagi kelas menjadi kelompok, mengorganisasikan untuk duduk berkelompok, memberitahukan sistem penilaian secara berkelompok)
  • Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok (guru memberikan artikel dengan judul “HUBUNGAN KONSUMSI ZAT GIZI MIKRO DAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN OBESITAS” dan LKPD, guru memastikan peserta didik telah membaca artikel dan LKPD yang diberikan, membimbing kegiatan literasi sains dengan menggunakan perangkat komputer dan aplikasi kalkulator, TDEE kalkulator dan membimbing dalam membaca tabel kalori makanan dan mengingatkan peserta didik untuk ikut aktif dan memberikan kontribusi positif pada kelompok, karena keaktifan mereka dinilai)
  • Mengembangkan dan menyajikan hasil karya (guru meminta peserta didik untuk bergantian melakukan presentasi dan tanya jawab, membimbing peserta didik untuk menjadi pembicara yang baik bagi kelompok yang presentasi, dan membimbing peserta didik untuk menjadi pendengar yang baik bagi peserta didik yang tidak presentasi)
  • Analisis dan evaluasi proses pemecahan masalah (guru memberikan evaluasi proses praktikum dan hasil presentasi serta memberikan penguatan materi)

Dampak pelasanaan menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantu media berbasis komputer, kecenderungan kemampuan literasi sains peserta didik berhasil dilihat dari rata-rata nilai evaluasi kelas VIII A yaitu 8,2 dengan KKM 7,5. Selain itu peserta didik menjadi lebih semangat dan termotivasi dalam berliterasi, hal ini dapat dibuktikan dengan hasil refleksi yang menyatakan 100% siswa senang dengan pembelajaran ini. Berikut kegiatan pembelajaran menggunakan media berbasis komputer :

Gambar 1.1. Literasi sains

PENUTUP

Berdasarkan latar belakang permasalahan Rendahnya literasi sains yang ada pada siswa kelas VIII pada materi Nutrisi yaitu Implementasi model pembelajaran PBL (Problem Based Learning dan penggunaan media berbasis komputer akan mengembangkan kemampuan pemecahan masalah dan literasi sains.

Dampak pelasanaan menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan penggunaan media berbasis komputer, kecenderungan kemampuan literasi sains peserta didik berhasil dilihat dari rata-rata nilai evaluasi kelas VIII A yaitu 8,2 dengan KKM 7,5. Selain itu peserta didik menjadi lebih semangat dan termotivasi dalam berliterasi, hal ini dapat dibuktikan dengan hasil refleksi yang menyatakan 100% siswa senang dengan pembelajaran menggunakan media berbasis komputer.

DAFTAR PUSTAKA

Fauziah, N., Yayuk Andayani, Aliefman Hakim. 2019. MENINGKATKAN LITERASI SAINS PESERTA DIDIK MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERORIENTASI GREEN CHEMISTRY PADA MATERI LAJU REAKSI. Retrived from :56206b85fc5416df2b2403676ded0a30adb4.pdf (semanticscholar.org). 10 September 2022.

Indriany, Leny. 2021. Kurangnya Minat Baca Siswa Sekolah Dasar. Retrieved from https://www.researchgate.net/publication/353806375_KURANGNYA_MINAT_BACA_SI SWA_SEKOLAH_DASAR

Robbia, A.Z., dan Husnul Fuadi. 2020. PENGEMBANGAN KETERAMPILAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS PESERTA

DIDIK DI ABAD 21. Retrieved from : View of Pengembangan Keterampilan Multimedia Interaktif Pembelajaran IPA Untuk Meningkatkan Literasi Sains Peserta Didik di Abad 21 (unram.ac.id). 10 September 2022.

Sari, Nila. 2017. Minat Baca Siswa yang Sangat Rendah. Retrieved from (PDF) Minat Baca Siswa yang Sangat Rendah (researchgate.net)

Menu